Archive for February, 2009

Catatan terakhirku di JOY-REFLECTION PARTY

Saturday, February 28th, 2009

KOMUNITAS BALOK
Vision Meeting Tim Inti JOY Timoho akhirnya tidak diadakan di Kotagede karena rumah yang rencananya kami pakai ternyata ada yang menempati. Kami mengadakan vision meeting di homebase JOY Timoho, NTC tanpa menginap.

Bersyukur karena lewat vision meeting ini kami bisa melihat apa yang Allah kerjakan selama semester lalu dan apa yang perlu kami tingkatkan dalam pelayanan kami sebagai tim inti.
Kami sadar bahwa INISIATIF, BIBLE STUDY, RELASI, KEMANDIRIAN adalah empat hal yang menjadi PERHATIAN UTAMA Timoho di semester yang baru (Maret-Juli 2009).
Tolong doakan agar tim inti mau semakin DEWASA lewat perjuangan mencapai PERHATIAN UTAMA Timoho tadi.
Kami rindu semakin berinisiatif dalam memperhatikan teman-teman anggota JOY Timoho sekaligus meningkatkan relasi kami lewat banyak cara sesuai dengan konteks Timoho. One on one tetap dimaksimalkan, homestay digalakkan serta ada komunitas baru yang kami uji coba ciptakan, yaitu KOMUNITAS BALOK. Komunitas ini adalah tempat berkumpulnya teman-teman Timoho yang mau belajar lagu-lagu di JOY Song Book. Banyak lagu yang belum teman-teman tahu sehingga ini bisa menjadi jembatan membuat relasi di antara kami dekat.
Selain itu kami ingin mencoba meningkatkan PROFESIONALITAS mahasiswa Timoho lewat TIMOHO ENGLISH CLUB. Harapannya ini juga menjadi kesempatan relasi di antara kami meningkat serta mendapatkan pengetahuan dengan cara yang nyaman.
KURANG 2

Tanggal 29 Maret adalah batas akhir sewa homebase JOY Timoho (NTC). Sampai saat ini belum ada pemberitahuan kenaikan harga sewa. Tolong berdoa agar tidak terjadi kenaikan dan juga pemiliknya mau menerima sewa per tahun bukan dua tahun.
Bersyukur karena sampai saat ini sudah terkumpul dana sewa Rp 4.590.000. Dana tersebut terkumpul dari pembayaran kosku setiap bulan dan satu alumni yang komitmen mendukung tiap bulan. Selain itu ada seseorang yang mengasihi Timoho mendukung Rp 2 juta dan juga Rp 90.000 lewat yellow box (dulu black box). Jadi, untuk sewa NTC masih kurang 2 juta. Tolong doakan agar Allah mencukupkan kebutuhan sewa ini. Homebase JOY Timoho ini sangat memberi pengaruh pelayanan di Timoho.

Why?

REFLECTION PARTY. Mengapa aku memilih judul ini? Mmm…aku mau promosi websiteku..he..he..
Judul ini aku pilih karena aku mengganggap hidupku penuh dengan refleksi sehingga aku bisa berpesta refleksi. Refleksi ini muncul karena Allah telah memberikan kepadaku banyak pengalaman hidup yang membuatku bisa belajar banyak hal setelah aku berefleksi dari setiap pengalaman tersebut.
Judul ini memang aku pakai juga di websiteku (www.godlifjoy.multiply.com). Aku membuat website juga agar aku bisa punya tempat untuk sharing setiap refleksi dari pengalaman hidupku, pengennya sih mau membuat buku, tetapi tidak ada modal, jadi aku mau memulai dengan website dulu. Tujuanku bukan untuk profit tetapi hanya berbagi sharing yang aku harapkan bisa menjadi salah satu referensi hidup bagi orang lain.
Aku sebenarnya sudah buat buku yang aku buat judul CATATAN HARIAN JOY TIMOHO. Tetapi buku itu aku cetak sendiri dan aku bagikan kepada tim inti JOY Timoho dan beberapa teman-temanku agar sekali lagi bisa menjadi salah satu referensi bagi pelayanan mereka.

VONNY

Ada tiga orang pekerja yang akan menyelesaikan pelayanannya di JOY bulan ini. Salah satunya adalah Vonny.

Sangat bersyukur karena bisa menjadi rekan sekerja Vonny selama dua tahun. Aku belajar banyak hal dari Vonny.
Aku berani mengatakan Vonny bisa menjembatani banyak perbedaan yang ada di antara pekerja JOY. Dia bisa masuk ke semua pekerja, menjadi sahabat bagi hampir semua pekerja, menularkan keceriaannya kepada setiap pribadi yang berelasi dengan dia.
Karakter ini muncul karena Vonny bertumbuh dalam pengenalan dan relasi dengan Allah. Sangat terasa kuasa Roh Kudus dalam pelayanan, karakter dan keputusan yang dia ambil sehari-hari. Dia tetap kuat ketika menghadapi tantangan tak terduga yang hadir selama dia melayani di JOY. KEPERCAYAANNYA pada ALLAH menjadi sauh yang kuat bagi hidupnya dan memberkatiku juga. Aku yakin Vonny memberi pengaruh luar biasa di manapun ia selanjutnya berlabuh.
“kita mati terpisah di ujung bumi, namun kita akan berkumpul di surga”
ASTI

Bulan Maret ini aku juga akan berpisah dari Asti yang selama satu tahun menjadi asisten staf di Departeman Manajemen JOY.
Dia akan pergi. Tidak terasa sekali satu tahun sudah bersamanya.
Aku bersyukur karena Asti sangat setia untuk belajar banyak hal dalam setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Tidak mudah memang tetapi aku melihat Asti mau tetap terbuka untuk dibentuk melalui setiap tantangan yang ia hadapi dalam pelayanannya.
Aku melihat Asti sudah mengalami banyak perubahan dan LEVEL UP! dalam banyak hal. KESETIAAN, KESABARAN, IMAN, PENGAMBILAN KEPUTUSAN, dan juga PASSIONnya berbeda dibandingkan awal dia masuk ke ruangan admin. Aku diberkati oleh pelayanannya.

ketiga

Orang ketiga yang akan menyelesaikan pelayanannya di JOY bulan Maret adalah aku sendiri. Sejak aku lulus Juli 2005 aku langsung terlibat di pelayanan JOY sebagai part-timer di HRD Dept., asisten staf dan akhirnya menjadi staf di Departemen Manajemen.
Hampir 4 tahun aku melayani sebagai pekerja. Hampir 9 tahun aku berada di JOY sejak mahasiswa. Hidupku sebagian besar ada di JOY. Aku sangat menikmatinya. Aku mengalami banyak perubahan sejak aku bergabung di JOY dan terus berubah dan bertumbuh sejak aku menjadi pekerja di JOY.
Aku ingat saat pertama kali membaca hasil psikotest ketika melamar jadi calon staf JOY, salah satu kelemahanku adalah cenderung lebih menikmati bergaul dengan benda-benda (administrasi) daripada dengan orang.
Seiring waktu, aku sadar aku berubah 180°. Sejak dipercayakan mendampingi pelayanan di campus ministry, aku sangat haus akan perubahan hidup banyak orang. Aku sangat menikmati setiap proses yang aku jalani untuk mendampingi teman-teman berubah. Ada rasa kepuasan ketika bisa membagikan 200% energiku, imanku, pengetahuanku dan hidupku bagi mereka walau aku tidak tahu kapan mereka akan berubah. Aku tidak peduli kapan mereka berubah karena seperti kata Paulus, ada yang menanam, ada yang menyiram, namun yang terpenting Allahlah yang memberi pertumbuhan. Aku hanya menanam atau menyiram. Tetapi aku merasa seorang hamba tidak boleh main-main atau seadanya atau malas-malasan dalam menyiram dan menanam.
Bukan aku mau mencari kesempurnaan, namun aku sendiri sadar aku bisa menilai sendiri apakah aku sudah maksimal dalam melayani atau sebenarnya hatiku tidak sepenuhnya atau sungguh-sungguh diberikan kepada teman-teman yang aku layani.
Ada rasa kehilangan pribadi-pribadi yang sangat aku kasihi. Sudah sangat menikmati persekutuan di antara mereka. Tetapi biarlah aku dilupakan sehingga mereka bisa MANDIRI dalam relasi mereka dengan Allah.

“pertumbuhan muncul ketika ada yang dilepaskan, termasuk melepaskan ketergantungan pada seseorang”

limitless

Selama melayani di JOY aku sadar ada banyak hal dan karakter yang harus aku terima dari setiap pribadi yang aku layani.
Selama melayani aku mengambil resiko memberi kepercayaan kepada setiap teman sesuai dengan level pertumbuhan mereka. Kadang ada kesalahan dari orang yang sudah aku percayai. Kesalahan tersebut bisa saja bukan hanya memberi dampak bagi satu orang namun komunitas atau keluarga.
Memang sempat ada rasa kecewa. Namun aku tidak akan pernah mengurangi atau menghilangkan kasihku kepada pribadi yang aku percayai walau mereka melakukan kesalahan yang bisa dianggap besar.
Setiap pribadi termasuk aku juga pernah melakukan kesalahan besar. Mungkin di masa mendatang tidak menutupi ada kesalahan besar lagi yang dibuat. Allah yang penuh kasih karunia memiliki kesabaran tanpa batas (limitless patience) sehingga aku juga ingin memberikan itu kepada setiap orang. Jika aku sendiri yang melakukan kesalahan, kuberharap kasih karunia Allah dan saudaraku juga diberikan kepadaku.

IELTS

Aku sudah mengirimkan hasil tes TOEFLku ke ATS di Filipina. Ternyata mereka tidak menerimanya karena di tes TOEFL tidak ada bagian essay writing test.
Oleh karena itu aku harus kembali tes bahasa Inggris yang lain, yaitu IELTS. Di dalam tes IELTS terdapat essay writing test dan juga speaking test.
Tanggal 14 Maret nanti adalah jadwal tes IELTS di Yogyakarta. Tolong doakan persiapanku dan juga dana yang dibutuhkan untuk tes ini. Cukup mahal US $ 205.
Bersyukur adikku Richard kuliah di Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma sehingga aku bisa meminta tolong dia untuk meminjam buku latihan untuk tes ini. Tidak perlu beli sehingga mengurangi biaya.
Tolong doakan agar aku bisa membagi waktu dengan baik karena tes ini belum pernah aku ikuti dan tanggung jawab dalam pelayanan tidak aku tinggalkan.
Saat ini aku sungguh menikmati kesempatan dukungan teman-teman pekerja lainnya yang memahami persiapanku sampai saat ini.

WORK

Jika aku tidak diterima di ATS (Asian Theological Seminary) Filipina, aku memilih tidak mau sekolah di Indonesia karena jangka waktu yang sangat lama untuk program M.Div di Sekolah Teologia (4,5 tahun — di Filipina 3 tahun).
Aku memilih untuk bekerja paling lama dua tahun di Jogja agar aku bisa merasakan bagaimana rasanya dunia kerja itu. Memang aku sudah sering mendengar, tetapi aku ingin mencobanya dan ingin pengalamanku ini menjadi modal berharga yang bisa aku sharingkan kepada teman-teman mahasiswa di JOY.
Jika diterima, setelah dua tahun aku ingin kembali ke JOY dan dengan pengalamanku di dunia kerja bisa menyusun strategi yang semakin disempurnakan agar bisa lebih efektif mendukung teman-teman.
Selama dua tahun aku di luar JOY, apakah aku akan menikah? He..he..
Lihat saja nanti…

“aku ingin merasakan dunia baru yang jauh berbeda dengan dunia JOY yang aku hidupi selama 9 tahun”

REVO

Akhirnya motor yang kami tunggu-tunggu hadir juga. Sekali terima kasih banyak bagi banyak pribadi yang sangat mendukung lewat doa dan dana tersedianya kebutuhan JOY Timoho ini. Terima kasih banyak kepada keluarga Mas Irawan, keluarga Pace Will, keluarga Kak Lily dan Cing-cing yang sangat punya hati mendukung kesempatan ada motor baru.
Akhirnya kami kredit motor HONDA REVO second tahun 2008.
Setiap bulan Rp 350.000 akan kami kirim untuk kredit motor ini.
Sangat besar pengaruh dari tersedianya motor ini. Kami bisa mengurangi beban meminjam motor dari orang lain ketika hendak pergi untuk acara-acara yang JOYers Timoho ikuti.
ALLAH ITU LUAR BIASA

terakhir

Tanggal 20 aku akan sharing firman terakhir di JNP. Bersyukur karena judul dan teksnya sudah aku dapatkan. Tolong doakan persiapannya.
Tanggal 27 adalah pengambilan hasil tes IELTS. Aku sangat rindu diberi hikmat dalam persiapannya. Menantang sih.,,
Mulai tanggal 18 Maret, tiap Rabu sore aku ikut Sekolah Penulis yang diadakan di Yayasa Gloria. Aku juga berdoa agar satu orang teman Timoho, Edo punya sponsor agar bisa ikut juga. Dia adalah koordinator buletin JOY Timoho. Sebelumnya, tanggal 7 Maret akan ada pertandingan persahabatan futsal antara JOY Timoho melawan JOY Maguwo.
Akhirnya aku juga akan mengakhiri banyak hal yang sudah menjadi kebiasaanku hampir 3 tahun. Aku tidak lagi menjadi gitaris di doa pagi. Ada penerusku, yaitu Nedi.
Aku juga tidak akan memegang kepala Endang. Tidak akan lagi ada setting JNP. Aku tidak akan lagi ketemu para pekerja yang gila-gila. Aku tidak akan lagi berdebar-debar menanti datangnya berkat Allah bagi kebutuhan finansial JOY, terutama ketika mau membayar listrik dan telepon, sewa bis, sewa Aula Wisma Immanuel, apalagi mendekati tanggal 24 tiap bulan yang adalah hari pembagian berkat bagi para pekerja. Wow, pengalaman yang tidak tergantikan. Thanks God.

MEMORY

Aku sangat bersyukur untuk banyak orang yang sudah terus menerus mendukungku selama aku melayani di JOY. Aku minta maaf jika aku lupa menyebutkan dirimu wahai saudaraku. Terima kasih untuk keluargaku, Papi Mami, Richard dan Rilia adik-adikku yang luar biasa hati dan tindakan dalam mendukungku secara pribadi maupun pelayananku.
Terima kasih untuk Oce yang sudah mendampingiku selama ini, keluarga Pak Kyung yang sangat peduli kehendak Allah, Mas Gugun yang sabar mengarahkanku untuk berubah, Kak Ika Shekar yang mau mendengarkanku, Mas Ima mantan leaderku, Kak Desy leader terakhirku, Endang, Asti, Itho, para pekerja JOY lainnya yang “gila”, Bos Felix, Bang Tarigan, Danger, Ans, Dety, Seka, Owen, Nedi, Yanto, Mas Untung, Oscard, Diedin, Pace Devie, Kak Betty, Cing-cing, Meis, Kak Esa, Ina, Keluarga kak Lily, Bune, Sally, Nonee Masda, Can-can, Meis, mbak Rini dan Shinta, Rombenk, Arie
Saudara Koreaku Narae dan Hye Sun yang luar biasa. Teman-temanku di luar JOY, Ivan, Andrew, Evelyn, Elis, Maria dan juga Thomas serta DS.
Setiap orang sangat memberkatiku dengan cara mereka masing-masing mendukungku. Aku mendoakan setiap pribadi setiap hari. Aku memohon pada Allah biarlah kasihNya dan penyertaanNya selalu diyakini oleh setiap pribadi setiap hari, di saat hari cerah maupun hari mendung atau hujan.

JOY ≠ Yesus

Tuesday, February 10th, 2009

Yesus memilih 12 orang untuk menjadi muridNya. Yang dilakukan oleh Yesus tidak sekedar mengumpulkan mereka satu minggu sekali tiap hari Selasa malam jam 18.30 untuk memberikan mereka materi pelatihan.

Yesus juga tidak sekedar bertemu mereka untuk sharing firman tiap hari Jumat seminggu sekali, atau meminta mereka sharing quiet time tiap seminggu sekali di cell group

Yesus juga tidak menciptakan 8 ministry agar 12 orang ini bisa mengekspresikan diri atau mengumpulkan minat dan bakat.

Yesus tidak sekedar ngajak mereka jalan-jalan ke pantai atau makan bareng satu bulan sekali

YESUS HIDUP BERSAMA MEREKA 7 x 24 jam!

Dia membangun relasi yang dalam dengan mereka. Dia terbuka untuk segala pemikiran atau kesedihannnya hanya kepada mereka.

Dia memberikan teladan kepada mereka secara terbuka karena Dia hidup bersamaNya. Akhirnya mereka menjadi seperti Yesus, mengikuti teladannya dan menjadi rasul memberitakan kabar keselamatan.

Di JOY, saya tidak menemukan sosok Yesus yang hadir mendukung orang lain 7 x 24 jam. Itu tidak mungkin

HIDUP BERSAMA tidak memberi pengaruh jika hidup bersama itu hanya sebagai keharusan karena status saya sebagai pekerja JOY, leader atau tim inti. Hidup bersama tidak berarti setiap hari bertemu, namun apakah hati bertemu setiap hari, lewat mendoakan, lewat keterbukaan, lewat kasih dan kelemah lembutan, lewat kerendahan hati, humor tetapi juga ketegasan alias disiplin. Yesus menjadi semuanya itu. Dia bisa disebut sebagai sahabat yang baik juga karena berani bukan hanya terbuka dan menerima muridNya apa adanya. Tetapi membuat mereka menjadi lebih baik. Menegur mereka jika mereka salah.

Aku berharap ada spirit LIVE TOGETHER hadir di JOY menjadi kesempatan JOY tidak lagi berhenti di angka 200 jumlah anggotanya, namun bertambah karena setiap orang punya spirit LIVE TOGETHER sehingga JOYers menjadi CONTAGIOUS CHRISTIAN.

 

S.O.F

 

Bagai disambar kilat ketika ada berita satu teman yang aktif di JOY Timoho memutuskan ikut Tiahshi (MLM).. Satu lagi sudah memilih aktif di organisasi kampus. Satu orang lain lagi kemungkinan menyusul.

Selalu memang fenomena ini menjadi tantangan bagi JOY Timoho, tetapi bagiku sudah sedikit kecolongan nih. Mereka yang keluar belum aktif di ministri..sedikit menyesal karena aku berpikir godaan yang paling besar untuk tidak aktif di Timoho adalah libur panjang tengah tahun. Namun ternyata sedikit terabaikan bahwa sebelum libur panjangpun, godaan untuk tidak aktif bisa muncul kapan saja.

Karena itulah, aku bisa katakan saat ini di JOY Timoho berkumandang S.O.F. Jika ada keadaan darurat, biasanya orang menggunakan kode S.O.S (Save Our Soul) agar diselamatkan oleh regu penyelamat. S.O.F kepanjangan dari Save Our Family. Segala bentuk program yang dibungkus dengan komitmen doa dan kunjungan menjadi salah satu fokus  JOY Timoho agar bisa menyelamatkan anggota keluarga..nikmat sekali bisa belajar hal baru. Ternyata membangun keluarga itu tidak hanya bertumbuh tetapi juga menjaga agar yang bertumbuh ini bisa berakar dengan kuat.

Mmm…sebelum terlambat, dengan jumlah anggota keluarga yang besar, harus ada metode penyelamatan dan pengakaran yang sesuai dengan jumlah..tidak mudah memang..tetapi menarik dan menantang berpartner dengan Allah. God is our strength.

 

Kotagede

 

Tanggal 8 Februari menjadi waktu yang spesial. Tim inti JOY Timoho akan vision meeting pertama kali di tahun baru. Kami akan menginap di satu rumah di daerah Kotagede. Rumahnya besar, dua tingkat dengan kasur yang lebih nyaman dari kasur kami. Selain itu ada televisi 35 inch!!! Gede tenan..

Tapi yang penting adalah kami bisa menggunakannya tanpa memungut biaya karena pemiliknya kenal dekat dengan salah satu anggota tim inti.

Tolong doakan agar kami mulai dari sekarang semangat memikirkan evaluasi secara pribadi dan tim pelayanan kami serta ide-ide untuk JOY Timoho semester ini.

Kami rindu disegarkan apa arti kami sebagai tim inti, apa yang bisa kami tingkatkan dan apa yang bisa kami bagikan bagi teman-teman Timoho.

Tolong doakan agar Roh Kudus menuntun kami dalam merencanakan berbagai program.

 

Sweet 18

 

Sempat aku sedikit kecewa kepada beberapa teman JOY Timoho yang mendadak membatalkan keikutsertaannya di Retreat Becoming Contagious Christian di Kaliurang tanggal 14-18 lalu.

Namun setelah selesai retreat aku sungguh bersyukur ada 18 orang anggota JOY Timoho (dari 26 orang yang mendaftar) ikut Retreat ini. Jumlah yang tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah peserta General Retreat tahun lalu dari JOY Timoho.

Sebagian besar dari mereka adalah anggota baru. Sungguh bersyukur karena banyak hal terjadi di retreat ini.

Beberapa teman menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat mereka secara pribadi.

Salah satunya adalah Roni. Adik kecil ini sangat mudah disukai orang termasuk peserta retreat. Dia juga semakin terpacu untuk berubah dari kebiasaan lamanya karena ada waktu sharing dengan Lisye, salah satu pekerja JOY.

Lain lagi dengan satu orang teman Timoho yang menangis diam-diam di pelukan Roni sambil berkata, “Roni, terima kasih beta su diajak ke acara ini. Beta pasti sangat menyesal kalau tidak ikut”.

Selanjutnya teman ini mau terbuka tentang masa lalunya yang bisa dikatakan akan membuat banyak orang shock. Selain itu dia sangat semangat mengajak kembali teman yang sudah lama tidak ikut acara JOY Timoho dan ikut ministri.

Selain itu teman-teman ini bisa semakin mengenal teman-teman JOY yang selama ini mungkin mereka tidak tahu atau hanya sekedar menyapa basa-basi saja.

Dari pengenalan yang lebih dalam ini mereka bisa sharing satu sama lain dan saling menguatkan serta semakin percaya diri berelasi dengan orang lain.

Aku sangat bersyukur karena banyak pribadi yang mendukung agar 18 teman ini bisa ikut retreat, terutama karena kebutuhan finansial mereka. Terima kasih untuk Mas Gugun, Felix, JOY HRD crew, papa mamaku serta teman-teman lain yang mungkin aku lupa. Tidak lupa terima kasih untuk setiap dukungan doa dan percakapan yang dibangun dengan teman-teman Timoho yang memberi pengaruh besar bagi mereka.

 

“bergaullah dengan orang yang mempunyai global sense agar kita juga tertular”

 

KEADAAN BERUBAH

 

Tanggal 28 Januari dan 2 Februari lalu aku tes TOEFL di UGM. Bersyukur karena hasilnya cukup memberi semangat padaku. Aku ingin ikut tes TOEFL Resmi yang diakui secara internasional. Rencananya bulan Maret diadakan di Yogyakarta. Tolong doakan untuk kebutuhan dananya, cukup besar US $ 150.

Mmm…bulan ini penentuan apakah aku bisa ke Filipina untuk sekolah atau tidak. Jika sampai akhir Februari kebutuhan finansialku belum ada kepastian siapa yang mendukung secara penuh, maka aku harus mengambil “plan B”, alternatif lain.

Bersyukur karena ada satu orang teman Korea yang berkomitmen mendukung US $ 30 per bulan jika aku diterima sekolah di Filipina.

Bulan ini kursus komputer di NTC dimulai kembali, menyelesaikan periode bulan November Desember 2008. Tolong doakan agar aku semangat menyelesaikan handout dan mengajar.

Tolong doakan juga pembagian waktu untuk mempersiapkan diri tes TOEFL resmi dan juga membaca beberapa buku yang berisi tentang dasar-dasar teologia yang bisa menjadi bekal ketika aku masuk sekolah.

Selain segala aktivitas itu, aku juga diundang sharing di vision meeting BAT Crew (tim inti mass meeting Ranch Babarsari) tanggal 7 Februari. Tolong doakan persiapannya dan hikmat dalam sharing.

Tolong doakan juga agar aku bisa menjaga kesehatanku di tengah segala kesibukan ini. Doakan agar aku tetap punya waktu berkualitas untuk berdiam diri.

Tanggal 22-23 Februari akan ada Core Members Camp di Omah Jawi, Kaliurang. Aku memang tidak secara langsung menjadi pembicara salah satu sesi, tetapi tolong doakan agar aku bisa melayani sesuai tanggung jawabku sebagai pekerja saat event tersebut.

Februari biasa orang bilang “Bulan penuh Cinta”,,,tetapi bagiku bulan ini bulan penyesuaian diri bagiku untuk keadaanku yang akan berubah satu bulan lagi karena tidak lagi menjadi pekerja JOY.

 

 

MELEMBUTKAN HATI

Ketika masih menjadi mahasiswa, aku sering sekali ngumpul dengan JOYers lainnya untuk membicarakan tentang JOY, termasuk kebijakan yang diambil para staf. Apa yang kami bicarakan aku sadari sekarang sangat tidak obyektif dan tidak berimbang sehingga yang ada hanyalah pandangan negatif atau sisi negatif yang dibesar-besarkan dari setiap kebijakan tersebut. Imbasnya adalah kesan negatif muncul pada para staf masa itu.

Ketika aku menjadi pekerja JOY dan masuk ke rapat staf, aku sadar dan menyesal selama ini aku memiliki pandangan negatif kepada para staf. Aku sadar bahwa mereka berjuang keras dalam ketidaksempurnaan mereka, mereka dengan tulus dari hati mau membantu semaksimal mungkin setiap anggota JOY untuk berubah dan bertumbuh.

Aku sadar juga bahwa aku harus menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan diriku. Pendapatku tidak harus aku pegang erat hingga ketika keputusan yang diambil berbeda dariku, aku tetap “ngomong di belakang, memengaruhi JOYers lain, dan menimbulkan kesan salah dari keputusan yang sudah diambil JOY”. Apabila aku melakukan itu, itu hanya melemahkan JOY bukan membuat perubahan. Aku tetap harus mengambil langkah sesuai dengan yang disepakati karena aku berada di rapat tersebut dan aku sudah diberikan kesempatan berkomentar.

 

7, KP, Left Hand, 20 ke 15

 

Bersyukur karena bulan lalu ada 7 orang mahasiswa anggota JOY Timoho mendapatkan beasiswa dari kampus mereka masing-masing. Lumayan untuk hidup satu bulan. Dengan kondisi ini mereka berbagi sukacita dengan mendukung pelayanan JOY Timoho lewat perpuluhan mereka dan bisa juga dukung operasional JOY.

Ada dua orang mahasiswa yang sedang Kerja Praktek (KP) di JOY bernama Gina dan Yuce. Mereka menolong JOY membuat database alumni di Departemen Manajemen. Tolong doakan KP mereka berjalan dengan lancar sesuai target.                                                              

Ketika tes TOEFL aku perhatikan sedikit diskriminasi terjadi dari pembuat kursi tes. Sama seperti kursi pelatihan di JOY, kursi di tes TOEFL yang juga menyatu dengan meja didesain hanya untuk orang yang biasa menulis dengan tangan kanan. Orang yang menulis dengan tangan kiri (left hand) seperti diriku sangat kesulitan dalam mengerjakan soal..he…he..

Bulan lalu aku cukup senang karena harga bensin turun lagi. Ini sangat berpengaruh pada pengeluaranku dalam transportasi. Untuk mengisi full tangki bensin sebelum harga BBM turun, aku harus mengeluarkan uang Rp 20.000. sekarang bisa hemat Rp 5.000 karena hanya mengeluarkan Rp 15.000.