Surat Doa Oktober

October 5th, 2007 by godlifjoy

“ kadang hal terbaik yang bisa kita lakukan bagi diri sendiri dan orang di sekitar kita adalah BERDIAM DIRI”

Kata-kata itu cukup menegurku saat di akhir September lalu. Segala pelayananku seakan berjalan “menyeretku” untuk selalu berpikir dan berpikir…tidak berhenti untuk “menghela nafas”. Akibatnya aku seperti tertekan tiap hari.

Hal yang paling menyita pikiranku jelas adalah bagaimana keuangan JOY dan juga pelayananku di CO TIMOHO. Tidak mudah mengambil keputusan untuk mendukung departemen lain jika uang yang ada di brankas tidak mencukupi.

Pada akhirnya kemandirian dan efisiensi menjadi hal yang terus aku dengungkan tanpa maksud untuk melepaskan tanggung jawab mendukung kebutuhan keuangan aktivitas departemen lain. Langkah iman harus aku ambil ketika kemandirian belum bisa dilakukan. Mendukung departemen lain dengan maksimal walau uang sangat minim. Belum lagi dana staf JOY yang dua bulan terakhir ini harus “dicicil” pembagiannya karena belum full ketika hari gajian tiba. Tolong doakan aku bisa berhikmat dalam mengambil keputusan keuangan JOY.

PEMURIDAN

Bulan lalu aku berpikir banyak tentang JOY. Dari amanat agung Tuhan Yesus kepada murid-muridNya dikatakan “pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu…”. Dua unsur yang kurenungkan adalah “pergi” dan jadikan semua “muridKu”. Apa yang perlu ditingkatkan di JOY adalah “PEMURIDAN”. Menjangkau jiwa itu baik, namun pekerjaan besar yang lain adalah bagaimana seseorang yang baru bergabung di JOY mengalami “status” sebagai murid yang terus didampingi agar pada akhirnya mereka menjadi guru bagi orang lain. Dan aku sadar pemuridan tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak ada relasi yang “berani menyentuh hal-hal pribadi” seseorang. Tolong doakan agar aku bisa semakin mengerti cara membangun relasi pemuridan yang baik khususnya di daerah pelayananku di TIMOHO.

MULTIPLIKASI

Jika semua anggota Campus Outreach (CO) TIMOHO hadir, jumlah sekitar 30 orang. Memang tidak semua teman-teman lengkap hadir tiap minggu, namun persentase kehadiran mereka di atas 80%. Bahkan akhir September lalu (tanggal 26) jumlah yang hadir 24 orang. Hal ini sungguh memberkatiku secara pribadi (walau kuantitas bukan menjadi prioritas utama dalam tujuan CO). Namun juga aku sadar bahwa multiplikasi (pembagian satu CO menjadi dua CO) memang menjadi hal yang harus dilakukan untuk menjaga agar tujuan utama Cell group diadakan “menjalin relasi yang dalam antara anggota dengan ALLAH dan antar sesama anggota” bisa tercapai. Tidak ada kedalaman relasi jika jumlah orang terlalu banyak. Sangat sulit bagiku dan teman-teman tim inti mendukung dengan maksimal.

Sepanjang bulan September tim inti TIMOHO sudah melaksanakan program tiap minggu untuk mempersiapkan multiplikasi. Teman-teman diberikan pemahaman mengapa harus multiplikasi. Pada akhirnya tanggal 31 Oktober secara resmi CO TIMOHO akan multiplikasi menjadi dua (2)

CO.

namanya sesuai nama leader masing-masing, yaitu CO Timoho Nedy dan CO Timoho Yanto. Tolong doakan agar aku bisa menyesuaikan diri dengan bentuk pelayanan yang baru. Aku akan mendampingi dua CO bukan lagi hanya satu.

PIRINGGELASGITAR,

Multiplikasi memberi dampak juga dalam hal teknis. Kami berinisiatif untuk mandiri dengan membeli sendiri piring dan gelas untuk CO, tidak lagi membawa dari kantor JOY pusat. Namun, karena jumlah yang semakin banyak, jumlah piring dan gelas pun harus ditambah. Selain itu, selama ini kami hanya memerlukan satu gitar, sekarang kami memerlukan dua gitar jika jam dan tempat pelaksanaan dua CO ini sama. Kami sekarang sudah menabung dari dukungan alumni Rp 100.000 untuk membeli gitar. Harga gitar dan sarungnya Rp 600.000. tolong doakan agar kami bisa semangat menabung untuk secepatnya mendapatkan gitar baru, karena ini adalah kebutuhan yang mendesak.

Di awal menjadi staf passionku lebih pada hal-hal administratif dibandingkan pelayanan langsung kepada mahasiswa. Setelah satu tahun lewat, dengan diberikan tanggung jawab mendampingi CO, aku menyadari perubahan passion pada diriku. Aku sekarang sangat menikmati mendukung langsung mahasiswa berubah  dan juga saling mendukung dengan alumni. Hal ini menjadi faktor kuat dalam mempertimbangkan masa depanku, apakah aku masih di JOY atau melayani di luar JOY tahun depan. Aku punya kerinduan yang besar untuk Indonesia Timur. Dengan mendukung perubahan mahasiswa dari Indonesia Timur di TIMOHO, aku berharap Indonesia Timur juga berubah.

KONSELING, MANAJEMEN,

PENGETAHUAN ALKITAB dan BAHASA INGGRIS

Mengubah hidup seseorang tidaklah mudah karena ada masa lalu dan pembentukan yang sudah bertahun-tahun tertanam di dalam diri tiap orang. Perlu pengetahuan yang cukup sebagai bagian strategi mendukung perubahan cara pandang seseorang. Aku sangat tertarik untuk terlibat lebih dalam di perubahan cara pandang mahasiswa. Karena itu aku punya kerinduan untuk belajar lebih dalam tentang bagaimana masuk lebih dalam ke kehidupan pribadi mahasiswa. Aku ingin belajar tentang psikologi dan konseling. Aku punya kerinduan untuk belajar S-2 tentang konseling. Tolong doakan agar apakah kerinduan ini sejalan dengan kehendak Allah. Lalu tolong doakan di mana dan kapan aku akan kuliah, serta biayanya. Jika Allah menghendaki aku rindu kuliah di seminari yang terkenal dalam hal konseling, yaitu Asian Theological Seminary di Filipina. Tolong doakan persiapanku menyambut rencana Allah yang belum kuyakin dengan pasti. Jika kesempatan datang, aku tidak mau tidak bisa mengambilnya hanya karena aku kurang mempersiapkan bekal untuk kesempatan tersebut. Aku ingin mulai meningkatkan waktu baca buku tentang konseling, manajemen, Alkitab, dan tentu bahasa Inggris.

Ini pokok doaku:

  1. tolong doakan hikmat dalam mendukung departemen lain dalam hal keuangan

  2. tolong doakan agar aku bijaksana berkomunikasi dengan orangtuaku tentang masa depanku

  3. tolong doakan agar aku bisa mendampingi CO TIMOHO setelah multiplikasi dengan maksimal

  4. tolong doakan kebutuhan uang untuk membeli gitar, piring dan gelas baru.

  5. tolong doakan semangat dan hikmat dalam belajar tentang manajemen, konseling, Alkitab, dan juga bahasa Inggris.

Sebuah penggalan lagu menjadi kerinduanku dalam menghadapi bulan Oktober. “Tuhan ku mau menyenangkanMu…Tuhan bentuklah hati ini…Jadi bejana untuk hormatMu, cemerlang bagai emas murni…Reff: …menyenangkanMu, senangkanMu hanya itu kerinduanku…”

Salam hangat,

Your friend GODLIF

Surat doa September

September 11th, 2007 by godlifjoy

Aku sepanjang bulan Agustus hingga saat ini masih quiet time dari Kisah Para Rasul. Kitab ini menceritakan bagaimana perkembangan gereja mula-mula. Aku menemukan bahwa di gereja mula-mula terdapat beberapa masalah, antara lain keluhan para janda yang merasa kurang diperhatikan, lalu peristiwa Ananias dan Safira dan juga peristiwa pertengkaran antara Barnabas dan Paulus.

Aku belajar dari beberapa kejadian tersebut bahwa perjalanan sebuah komunitas tidaklah akan selalu baik-baik saja. Begitu juga dalam perjalanan CO Timoho, tempat di mana aku mencurahkan hatiku.

Perbedaan karakter ternyata juga membuat seseorang belum tentu bisa menerima orang lain. Itu terjadi di Timoho. Ada juga teman baru dengan prinsipnya yang keras karena pengaruh lingkungan dan latar belakang membuat dirinya juga menerapkannya di CO. beberapa teman menjadi “korban” dari prinsipnya. Kejadian ini membuat aku bisa belajar untuk sabar. Yang diperlukan adalah pendekatan untuk mengubah prinsipnya walau hal tersebut butuh proses. Namun hasilnya (dengan penuh harapan) adalah win-win solution, bukan win lose solution. Dia tidak keluar dari JOY dan dia juga berubah. Aku sadar setiap masalah yang terjadi membentuk aku dan teman-teman lain menjadi pribadi dan keluarga yang lebih baik di mata Allah

Bengkel motor
Salah satu fasilitas pendukung yang sangat dibutuhkan dalam melayani adalah sepeda motor. Sayangnya aku tidak mempunyai dua motor. Motor milik keluargaku dipakai adikku Richard yang masih kuliah. Sebagai kakak yang bijaksana (he..) aku mengalah dan membiarkan dia menggunakan motor. Nah, aku melayani di tempat yang sangat membutuhkan motor.

Syukur pada Allah bahwa Dia selalu mengerti akan kebutuhanku. Aku memang tidak diberikan motor, namun aku selalu bisa mendapatkan motor pinjaman. Sepanjang bulan lalu aku seperti bengkel motor yang menampung segala jenis motor. Aku sempat menggunakan motor Tiger yang menggunakan kopling karena pemiliknya kecelakaan sehingga tidak bisa mengendarai motor. Lalu aku juga sempat beberapa kali dipinjamkan motor milik PIN Creative. Dan yang sekarang masih kugunakan adalah motor Kymco yang dulu adalah milik salah seorang short time worker dari Korea (hye Sun). Sebenarnya motor ini diberikan kepada Myoung Hee, (short time worker Korea juga) namun sebelum digunakan dia mengijinkan aku memakainya, memang dia bisa mengambilnya setiap saat, namun kapanpun hal itu terjadi aku sungguh mengucap syukur karena bisa menggunakannya beberapa waktu.

Belum lagi ketika gaji belum sepenuhnya diberikan, ada saja kegiatan atau orang yang mentraktir aku makan. Ketika aku menulis surat ini aku ketik di notebook pinjaman yang kugunakan beberapa hari karena pemiliknya diopname. Padahal notebook ini baru dibeli 4 hari yang lalu. Mungkin aku tidak memiliki barang yang kubutuhkan, namun aku bisa menggunakannya ketika aku butuhkan. Lucu ya cara Allah menyertai diriku. Aku menikmati pengalaman-pengalaman di atas.

September ceria
Bulan ini sering dikatakan September ceria. Tetapi tidaklah selalu demikian bukan? Secara pribadi bulan ini memang special bagiku. Bulan ini selalu aku bertambah umur, lalu di bulan inilah tepatnya 26 September aku diangkat menjadi staf JOY. Belum lagi bulan ini JOY juga berulang tahun. Adikku Richard dan Rilia juga berulang tahun (tanggal 25 dan 11). Namun saat ini sepertinya tidaklah terlalu antusias aku menyambut bulan ini. Mungkin karena aku mulai memikirkan masa depanku. Aku lebih banyak berdiam diri menyambut bulan ini, dan tetap berdiam diri di bulan ini karena aku ingin peka akan kehendak Allah untuk hidupku.

Aku masih terus menggumulkan apa yang menjadi panggilanku, apakah aku masih di JOY setelah masa kontrakku selesai tahun depan. Bagaimana dengan hubunganku dengan Oce. Lalu bagaimana dengan manajemen di umur JOY tahun yang baru? Belum lagi dengan CO Timoho yang akan multiplikasi alias berkembang menjadi dua cell group. Memang kami tim inti Timoho sudah melakukan vision meeting, namun jujur aku secara pribadi masih terus menggumulkan kehendak Allah bagi Timoho. Kami memang punya planning, namun kami tidak mau menjadikan hal tersebut menjadi AMBISI pribadi kami, namun kami terus membawanya dalam doa supaya kami mengerti pasti kehendak Allah.

Jika memang student center adalah cara Allah untuk membuat daerah Timoho mengenal Allah, tentu butuh uang untuk mewujudkannya. Siapakah yang tergerak menjadi saluran berkat bagi Timoho? Hanya Allah saja yang mengerti. Aku secara pribadi mengambil komitmen untuk menabung Rp 20.000 tiap bulan dari gajiku untuk modal student center dan fasilitas yang dibutuhkan. Aku tidak tahu kapan akan terwujud.

Saat ini aku hanya berdoa memohon mengerti kehendak Allah. Sekarang yang menjadi focus utama pelayananku dan juga teman-teman tim inti Timoho bukan student center ini, namun bagaimana RELASI YANG DEKAT dan DALAM dibangun dengan teman-teman anggota CO TIMOHO sehingga transfer nilai JOY terjadi dan tentu mereka pada akhirnya bertumbuh di dalam relasi mereka dengan Allah. Tolong doakan agar aku bisa membagi waktu dengan baik karena tanggung jawabku bukan hanya di Timoho. Tanggung jawab utamaku di Management Department.

Ini beberapa pokok doaku
1. bersyukur karena campur tangan dan pengalaman dari Allah selama 1 tahun ini
2. bersyukur karena aku memiliki orang-orang yang sangat mengasihi dan mendukungku (keluargaku, Oce, teman-teman pekerja Management Dept. dan para alumni JOY)
3. doakan agar aku bisa mengerti panggilan hidup
4. doakan agar studi Oce dan Richard bisa selesai tahun ini
5. doakan dana untuk pembelian gitar dan gelas piring CO Timoho
6. doakan apakah student center merupakan kehendak Allah untuk mengubah Timoho

Aku masih menyimpan kartu encouragement dari kak Desy (CG leaderku dulu). Dia bilang “ketika ditanya siapa yang menjadi kekuatan bagi dia di CG, dia menjawab aku (godlif) karena aku selalu on time”. Kata-kata encouragement seperti itu ketika diingat kembali, memberikan gairah baru buatku untuk melangkah dan TERUS BERHARAP. Aku berharap bulan ini menjadi SEPTEMBER CERIA bagiku…

Surat doaku Agustus 2007

August 3rd, 2007 by godlifjoy

SETIA…
Tidak terasa JOY sudah 15 tahun umurnya di bulan September nanti. Sudah 7 tahun aku berada di dalam persekutuan ini. Waktu yang sangat panjang untuk melihat banyak hal terjadi di dalam JOY. Tidak terasa sudah 10 bulan juga aku melayani sebagai full time staf di JOY. Dua minggu yang lalu aku Quiet time dari Kisah Para Rasul 4: 23-31 tentang doa jemaat. Petrus dan Yohanes baru saja dikeluarkan dari penjara. Saat itu adalah penderitaan pertama yang dialami jemaat mula-mula. Sebelumnya ketika hari Pentakosta, dengan kuasa Roh Kudus Petrus berkhotbah dan banyak orang yang bertobat (kurang lebih 3.000 orang), lalu jumlah mereka bertambah karena fellowship kuat di antara mereka. Nah, muncullah kejadian di mana Petrus ditangkap karena menyembuhkan orang lumpuh pada hari Sabat (Kis 3:1-10). Penderitaan mulai dirasakan jemaat mula-mula, bukan hanya sukacita atau masa-masa bahagia

Setelah 7 tahun di JOY serta 10 bulan sebagai staf aku pun sadar saat ini banyak sekali tantangan yang aku hadapi. Saat ini banyak hal di manajemen, CO TIMOHO dan JOY secara keseluruhan yang tidak berjalan sesuai harapanku. Cukup sedih dan kecewa karena hal-hal tersebut.

Ketika aku merenungkan tentang doa jemaat mula-mula,aku disadarkan bahwa tidak mungkin kehidupan berjalan selalu sesuai harapanku. Jemaat mula-mulapun mengalami penderitaan yang mereka tidak harapkan. Namun, aku belajar dari respon mereka terhadap penderitaan itu dalam doa mereka.

Yang pertama mereka tidak merasa kuat dan tidak menghindar bahwa tidak terjadi apa-apa, namun mereka mengakui keadaan mereka. Mereka berkata “dan sekarang ,ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami….”(ayat 29). Mereka MENGAKUI KEADAAN mereka di hadapan Tuhan. Selain mengakui, mereka juga memohon agar mereka tetap SETIA PADA PANGGILAN mereka, yaitu memberitakan firman (ayat 29 bagian akhir). Yang terakhir, mereka sadar bahwa mereka tidak bisa bergantung pada diri sendiri namun bergantung pada ALLAH (IMAN) dengan mengatakan “ulurkanlah tangan-Mu…” (ayat 30).

Aku mengakui hatiku yang sedih dan kecewa kepada Tuhan, namun aku tidak mau melarikan diri atau punya pemikiran secepatnya waktu berlalu supaya aku cepat selesai di JOY, tetapi aku rindu selalu SETIA pada PANGGILANku di JOY, dan terus berharap dan bergantung pada ALLAH saja.

SUN…
Aku kehilangan salah satu partner pelayananku, yaitu Hye Sun, short-time worker dari Korea. Tanggal 7 Agustus ini dia kembali ke Korea. Aku sangat diberkati oleh pelayanannya. Banyak ide-ide yang membangun dia bagikan bagi TIMOHO. Dia mengalami banyak pergumulan sebagai orang asing, namun dia menjadi dirinya apa adanya, tidak “jaim”. Ketika kecewa atau sedih dia juga ungkapkan. Dia juga orang yang “to the point” sehingga ketika ada hal yang tidak berkenan menurutnya dia langsung ungkapkan. Hal ini mempermudah komunikasi di antara kami. Aku hanya berharap dia bisa menjadi berkat di Korea dengan segudang pengalaman yang ia dapatkan di Indonesia. Terima kasih Hye Sun…
DETY…
Hal lain yang saat ini memberi semangat adalah perubahan hidup teman-teman di JOY.
Bermula dari seorang mahasiswi APMD yang bernama DETY datang ke JNP. Dia dulu pernah datang, namun saat itu ia merasa tidak nyaman dengan gaya JOY. Dia lama tidak muncul, hampir 3 tahun!!! Lalu seiring waktu dia membangun persepsi negatif terhadap JOY karena ada banyak hal yang terjadi di JOY TIMOHO seperti “kesannya JOY melarang pacaran”, lalu JOY banyak kegiatan sehingga waktu dengan orang terdekat jarang. Ada juga persepsi bahwa JOY itu menceritakan keburukan orang ke orang lain.

Semua persepsi itu ternyata sudah sangat mengganggu dirinya sehingga dia datang ke JOY untuk meminta konfirmasi tentang apa itu JOY sesungguhnya. Karena aku adalah pendamping TIMOHO, maka dia akhirnya, ketika selesai JNP bertemu denganku. Semua uneg-unegnya dia ungkapkan. Aku pun memberi penjelasan yang diharapkannya. Pada akhirnya aku menantang dia untuk mencoba satu bulan datang ke CO TIMOHO. Jika setelah satu bulan dia tidak merasa cocok atau apa yang saya jelaskan berbeda, maka dia bisa keluar.

Dia mau mencoba. Setelah pertemuan pertama, aku bertemu one to one dengan dia. Akupun memberi penjelasan lagi tentang beberapa hal yang terjadi di CO yang belum kami bahas di pertemuan pertama kami.

Setelah satu bulan, di CO kami sharing tentang pengalaman masing-masing bergabung di JOY. Dia sharing bahwa dia mengalami banyak perubahan pandangan tentang JOY. Dia melihat dukungan dari orang lain bagi dirinya, dan dia merasa diterima dengan segala karakternya, terutama dia sering merasa masih egois. Dia hanya berdoa bahwa dia mau ikut kehendak Tuhan, termasuk petualangannya di JOY. Akhir bulan lalu dia bergabung di Choir Ministry. Lebih dari yang kubayangkan dia mau ikut ministry. Padahal dia sebelumnya hanya mau mencoba satu bulan. Dety beragama Katolik. Selama ini CO Timoho tidak ada anggotanya dari mahasiswa katolik APMD karena persepsi negatif mereka termasuk Dety. Nah, dia sangat cukup berpengaruh di kalangan mahasiswa katolik. Dengan bergabungnya dia JOY, ada harapan teman-teman Katolik APMD juga bisa mengenal ALLAH lewat CO.

Saya belajar satu hal dari Dety. Dia betul-betul sadar untuk setiap keputusannya termasuk ketika dia memilih melanjutkan petualangannya di JOY, dia tidak ambil keputusan karena emosi sesaat, sukacita sesaat, atau karena paksaan dari orang di sekitarnya, namun dia sungguh yakin dan bertanggung jawab untuk keputusannya.

Allah selalu memberikan mujizat yang membuat aku tercengang dan diberi semangat baru dalam melayaniNya

Adikku Richard saat ini sedang bergumul dengan skripsi. Dia diharapkan oleh orangtuaku untuk bisa wisuda bulan November. Saat ini masih terus konsultasi tentang “permasalahan” apa yang bisa diangkat sebagai penelitiannya. Tolong doakan agar dia tidak tertekan dengan harapan orang tua dan tetap semangat serta komitmen berjuang.

Teman, tolong dukung aku terus dalam doa.
Ini pokok doaku:
1. bersyukur untuk setiap pengalaman iman yang ALLAH berikan sepanjang bulan lalu
2. doakan persiapanku untuk membimbing tim inti memasuki semester baru. Kami rencananya mau vision meeting untuk berdiskusi tentang arah pelayanan CO TIMOHO semester baru dan 1 tahun ke depan. Rencananya tanggal 1 dan 2 September kami menginap di Kaliurang
3. tolong doakan kerinduanku agar ada MISSION HOME di TIMOHO
4. doakan agar aku terus diberi hikmat dalam menjaga kesehatan
5. doakan agar Richard diberi hikmat, semangat, dan kesehatan untuk mengerjakan skripsi

SUraT DOA

July 1st, 2007 by godlifjoy

TOUR DE BANDUNG JAKARTA

Pada tanggal 13-19 Juni 2007 diriku berkesempatan berpergian ke Bandung dan Jakarta. Bukan dalam rangka cuti, namun bersama Pak Kyung, 3 cewek short-time worker dari Korea (NaRAe, Myoung Hee, dan Hye Sun), dan Yeri, kami mengunjungi pelayanan YWAM (Youth with a Mission) dan alumni serta pendukung JOY di Bandung dan Jakarta.

YWAM di Bandung telah mendirikan perusahaan (PT) untuk profit center mereka. Kami melihat dan bertanya tentang proses pendirian PT dan hasilnya bagi pelayanan mereka. Kami juga sempat ikut pelayanan mahasiswa mereka.

Di Bandung dan Jakarta kami juga mengadakan pertemuan alumni dan juga bertemu pendukung. Dari alumni aku secara pribadi semakin mengerti bagaimana perjuangan di dunia kerja penuh dengan tantangan. Kata Mas Budhi (Oktavianus Budhi), “JOY seperti di surga”. Jika tidak siap mental, maka yang muncul hanya pelarian dari satu tempat ke tempat kerja lainnya. Aku belajar bahwa di manapun tempat kerjanya pasti hal-hal yang tidak pernah ada di “surga” JOY harus aku hadapi nantinya. Jilat menjilat, fitnah, gossip, dan saling menjatuhkan biasa terjadi.

TIMOHO INDAH

Tidak terasa sudah lewat satu semester aku menjadi pendamping CO TIMOHO. Bagiku, TIMOHO seperti Jemaat Korintus (aku sudah tulis di bulletin alumni BREAK TIME!).

Di awal Januari, tim inti CO TIMOHO ada 3 orang, yaitu Nedi, Yanto, dan Hye Sun. Seka juga membantu namun statusnya adalah tim inti Music Ministry. Awalnya kami hanya ingin mendukung teman-teman yang ada (waktu itu berjumlah aktif 8 orang). Kami hanya berharap ada teman baru 2 orang dalam satu semester ini.

Apa yang terjadi?

Adalah namanya OWEN. Dia sebenarnya sudah kenal JOY bersama Nedi dkk. Namun, karena berbagai alasan dia tidak aktif di JOY. Namun, bermula dari kunjungan tim inti ke kosnya, kemudian aku one to one dengan dia, dia mulai kembali aktif di CO. Dari Januari hingga April aku melihat hidupnya berubah, dan sharing masa lalunya menjadi berkat buat aku secara pribadi. Dia mengaku menyesal kenapa baru sekarang sadar akan arti komunitas. Dia belajar banyak hal dari pengalaman masa lalunya. Pada akhirnya dia sekarang menjadi tim inti CO dan juga aktif di Choir ministry. Pribadi yang hampir dua tahun digumulkan dalam CO akhirnya BERUBAH!.

Menutup akhir semester ini, jumlah anggota CO Timoho yang aktif berjumlah 19 orang! 19 orang bukanlah hal yang kami pernah bayangkan. 6 di antaranya adalah anggota tim inti (Nedi, Yanto, Owen, Adhe, dan Nona). Ada satu orang beragama Islam. Dia tetap mau ikut CO walau kami sudah jelaskan tentang apa itu JOY dan CO. memang dia belum mau mengubah imannya, namun aku tetap berdoa buat dia.

VIM

Dari pengalaman Tour de Bandung Jakarta serta pelayananku di TIMOHO aku belajar tentang VIM. “V” singkatan dari VISI. Hidup tanpa visi adalah hidup tanpa ARAH. Aku juga pada akhirnya terpacu untuk menggumulkan bersama Allah apa visi pribadiku, apa visi departemen manajemen, dan apa visi CO TIMOHO.secara pribadi aku masih menggumulkan VISI PRIBADIKU. Dasarnya aku sudah tahu, melayani ALLAH. Namun dalam bentuk apa?

Aku ingin membagikan VISI MANAJEMEN kepada teman-teman sekerjaku. “MENJADI SAHABAT PENA”. Itu yang kupikirkan tentang manajemen. Menjadi sahabat bagi para alumni, para pendukung, persekutuan lain dan gereja untuk saling mendukung dalam VISI MISI JOY. Aku belum tahu apakah ini disetujui oleh teman-temanku

Visiku bagi TIMOHO adalah menjadikan TIMOHO menjadi JEMAAT KORINTUS-nya INDONESIA. Di sana ada hidup yang dirubahkan dan pada akhirnya INDONESIA BAGIAN TENGAH DAN TIMUR sungguh-sungguh MENGENAL ALLAH bukan sekedar FANATIK PADA AGAMA KRISTEN.

Satu mimpiku juga di TIMOHO akan ada student center yang bisa menjdaidkan sarana transfer nilai serta membangun suasana kekeluargaan di TIMOHO. Aku berharap akan ada kelas pelatihan computer, bahasa Inggris, dan lain-lain sebagai sarana untuk menjangkau juga meningkatkan kualitas mahasiswa TIMOHO

Mimpi ini masih aku gumulkan dalam doa, belum kuungkapkan kepada teman-teman staf. Aku masih bergumul apakah ini kehendak Allah atau bukan. Aku juga masih bergumul dengan dana untuk mengontrak student center ini.

I” adalah singkatan dari IMAN. Aku belajar dari YWAM dan TIMOHO, bahwa pada akhirnya bukan pengetahuanku atau program yang dibuat yang bias membawa ALLAH dikenal, namun IMAN kepadaNYA. Kadang-kadang kenyataan ini sering terlupakan olehku ketika sibuk dengan program dan semakin banyak pengalaman di JOY. Tolong doakan agar aku SELALU SADAR akan I’M NOTHING WITHOUT FAITH.

Yang terakhir namun tetap sama pentingnya, “M” – MANAJEMEN. Dengan visi dan iman yang kuat namun tanpa MANAJEMEN, semuanya tidak akan mencapai tujuan. Perencanaan, pendelegasian, pelaksanaan, pelatihan, dan evaluasi tidak boleh dilupakan. Memang orang manajemen itu dibutuhkan dimana-mana he..he…

POKOK DOA

Itulah sedikit pengalaman hidupku. Tolong dukung aku dalam doa. Aku juga “rocker”…punya hati namun punya kelemahan. Ini pokok doaku:

  1. tolong doakan agar aku semakin mengerti visi pribadiku, lebih beriman, dan peka mendengar suara ALLAH

  2. tolong doakan agar bisa membagi waktu dengan baik antara pelayanan di manajemen, CO, dan juga tetap bisa mengembangkan diri dengan membaca buku serta diskusi

  3. tolong doakan untuk rencana multiplikasi CO TIMOHO, proses pemahaman teman-teman akan arti multiplikasi

  4. tolong doakan setiap rencana untuk menjangkau teman baru

  5. tolong doakan untuk regenerasi leader di CO TIMOHO karena NEDI, YANTO, OWEN, dan SEKA tinggal satu semester lagi sudah lulus kuliah. Tolong doakan calon leader yang aku gumulkan dalam doa yaitu INVI. Tapi aku tetap membuka diri akan orang yang ditunjuk ALLAH untuk menjadi leader selanjutnya

  6. tolong doakan agar RICHARD semangat mengerjakan skripsi sehingga bisa lulus NOV 07

  7. tolong doakan agar pelayanan adikku RILIA dan RICHARD di PMK dan JOY selalu mendengar suara ALLAH